Volver a resultados
Ficha bibliográfica · Consulta y acceso
Artículo

PENGALAMAN ISTRI YANG TIDAK MEMILIKI ANAK DAN MENJALANI PERNIKAHAN COMMUTER

Sherly Azizah et al · Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro · 2015

Acceso abierto al texto completo
Lectura rápida. Revisá los datos básicos del recurso y luego accedé al contenido desde el botón principal. En esta ficha solo se muestra la información necesaria para identificar la obra, citarla y abrirla.

Acceso al recurso

Entrá al contenido desde la opción principal o elegí otra fuente disponible.

DOAJ DOAJ Articles
Entrar por DOAJ
Acceso principal

Acceso abierto al texto completo

Texto completo identificado como acceso abierto.
Abrir texto

Resumen

Descripción general del contenido del recurso.

Pernikahan commuter adalah pasangan suami istri yang secara sukarela tinggal di lokasi geografis yang berbeda dan dipisahkan setidaknya tiga malam dalam satu minggu untuk menjalankan pekerjaan masing-masing. Salah satu tujuan seseorang melangsungkan pernikahan adalah untuk memiliki anak. Pengalaman istri yang tidak memiliki anak dan menjalani pernikahan commuter adalah peristiwa-peristiwa yang dialami oleh istri terkait dengan keadaan tidak dimilikinya anak dan menjalani pernikahan commuter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman istri yang tidak memiliki anak dan menjalani pernikahan commuter serta alasan istri mempertahankan menjalani pernikahan commuter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian berjumlah dua orang dengan usia pernikahan yang berbeda. Teknik pengambilan subjek menggunakan teknik purposive sampling dan pengambilan data menggunakan metode wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menjalani pernikahan commuter menyebabkan kedua subjek mengalami kekhawatiran akan kesehatan suami dan datangnya gangguan dari pihak lain, selain itu pada subjek pertama mengalami kesedihan, kesepian, dan kurangnya hubungan seksual, sedangkan subjek kedua mengalami peningkatan biaya komunikasi dan suami tidak selalu ada menemani, meski demikian kedua subjek mengalami peningkatan kemandirian, posisi kerja, dan penghasilan. Tidak dimilikinya anak diyakini sebagai kehendak Tuhan. Subjek pertama yang berusia 32 tahun masih berusaha memiliki anak dan memiliki rencana untuk mengadopsi anak, sedangkan subjek kedua berusia 43 tahun lebih pasrah menerima kondisi tidak memiliki anak. Kedua subjek tidak rela meninggalkan pekerjaan, selain itu subjek pertama memiliki kinginan untuk merawat ibu yang sakit, sedangkan subjek kedua mempertimbangkan anak yang di asuh bersekolah di Semarang sehingga kedua subjek memilih mempertahankan menjalani pernikahan commuter.

Cómo citar

Elegí el formato que necesitás y copiá la referencia al portapapeles.

APA 7

al, S. A. E. (2015). PENGALAMAN ISTRI YANG TIDAK MEMILIKI ANAK DAN MENJALANI PERNIKAHAN COMMUTER. https://doi.org/10.14710/empati.2015.14909

MLA

al, Sherly Azizah et. "PENGALAMAN ISTRI YANG TIDAK MEMILIKI ANAK DAN MENJALANI PERNIKAHAN COMMUTER." 2015. https://doi.org/10.14710/empati.2015.14909.

Chicago

al, Sherly Azizah et. 2015. "PENGALAMAN ISTRI YANG TIDAK MEMILIKI ANAK DAN MENJALANI PERNIKAHAN COMMUTER.". https://doi.org/10.14710/empati.2015.14909.

Harvard

al, S. A. E. 2015, PENGALAMAN ISTRI YANG TIDAK MEMILIKI ANAK DAN MENJALANI PERNIKAHAN COMMUTER, Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro, available at: https://doi.org/10.14710/empati.2015.14909 [Accessed 5 Aug. 2026].

Compartir e imprimir

Guardá la ficha, copiá su enlace permanente o imprimila como PDF.

Exportar referencia

Si usás un gestor bibliográfico, podés exportar el registro en los formatos más comunes.

Detalles del recurso

Información bibliográfica útil para confirmar que se trata del material correcto.

Título
PENGALAMAN ISTRI YANG TIDAK MEMILIKI ANAK DAN MENJALANI PERNIKAHAN COMMUTER
Autor / colaboradores
Sherly Azizah et al
Editorial
Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro
Año de publicación
2015
ISSN
2337-375X
ISSN
2337-375X
Idioma
Inglés

Materias

Explorá otros recursos relacionados a partir de estas materias.

Copiado