Torna ai risultati
Scheda bibliografica · Consultazione e accesso
Artículo

PROFESI GURU YANG DIJALANI PENYANDANG TUNARUNGU

Evi Pujiyanti et al · Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro · 2014

Testo completo ad accesso aperto
Lettura rapida. Controlla i dati essenziali della risorsa e accedi al contenuto con il pulsante principale. La scheda mostra solo le informazioni necessarie per identificare, citare e aprire l’opera.

Accesso alla risorsa

Apri il contenuto dall’opzione principale o scegli un’altra fonte disponibile.

DOAJ DOAJ Articles
Entrar por DOAJ
Accesso principale

Testo completo ad accesso aperto

Texto completo identificado como acceso abierto.
Apri testo

Riepilogo

Descripción general del contenido del recurso.

Keterbatasan pendengaran yang dimiliki penyandang tunarungu berpengaruh terhadap tugas perkembangan hidupnya, namun hal tersebut ternyata tidak menghalangi penyandang tunarungu untuk dapat berprofesi sebagai guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mengenai profesi guru yang dijalani oleh penyandang tunarungu. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumen. Subjek kasus penelitian ini adalah penyandang tunarungu yang berprofesi guru, laki-laki dewasa madya yang telah berkeluarga, memenuhi kriteria diagnosis tunarungu serta tidak memiliki gangguan psikopatologis selain tunarungu,. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyandang tunarungu pernah menjalani jenis profesi lain sebelum berprofesi sebagai guru. Profesi guru diperoleh setelah melakukan pendekatan terhadap siswa dan mengajukan diri langsung ke sekolah. Profesi guru yang dipilih penyandang tunarungu muncul karena motivasi intrinsik seperti rasa pesimis bekerja di tempat lain, kepedulian dan keinginan memajukan penyandang tunarungu, serta motivasi ekstrinsik, yakni tuntutan kepala keluarga sebagai pencari nafkah dan status PNS. Tantangan internal yang dihadapi selama menjadi guru yaitu,rasa terpaksa, kesejahteraan kurang terpenuhi, dan reaksi emosi berupa marah dan kesal terhadap siswa. Tantangan eksternal yang dihadapi ialah hambatan diangkat PNS, keterbatasan komunikasi siswa, dan gangguan tambahan siswa penyandang tunarungu. Keputusan bertahan menjadi guru dipengaruhi oleh faktor internal, yakni penyesuaian diri, komitmen, spiritual focus coping, bangga serta tenang menjadi guru dan PNS. Kesempatan memperoleh gaji yang lebih besar ketika diangkat PNS kelak merupakan faktor eksternal untuk bertahan menjadi guru.Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa lingkungan memandang profesi guru yang dijalani penyandang tunarungu sebagai bentuk pengabdian, pemberdayaan alumni, prestasi, dan jalan untuk mencari nafkah.

Come citare

Elegí el formato que necesitás y copiá la referencia al portapapeles.

APA 7

al, E. P. E. (2014). PROFESI GURU YANG DIJALANI PENYANDANG TUNARUNGU. https://doi.org/10.14710/empati.2013.7358

MLA

al, Evi Pujiyanti et. "PROFESI GURU YANG DIJALANI PENYANDANG TUNARUNGU." 2014. https://doi.org/10.14710/empati.2013.7358.

Chicago

al, Evi Pujiyanti et. 2014. "PROFESI GURU YANG DIJALANI PENYANDANG TUNARUNGU.". https://doi.org/10.14710/empati.2013.7358.

Harvard

al, E. P. E. 2014, PROFESI GURU YANG DIJALANI PENYANDANG TUNARUNGU, Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro, available at: https://doi.org/10.14710/empati.2013.7358 [Accessed 9 Aug. 2026].

Condividi e stampa

Salva la scheda, copia il link permanente o stampala in PDF.

Esporta riferimento

Esporta il record nei formati più comuni per usarlo con un gestore bibliografico.

Dettagli della risorsa

Informazioni bibliografiche utili per verificare che sia il materiale corretto.

Titolo
PROFESI GURU YANG DIJALANI PENYANDANG TUNARUNGU
Autore / collaboratori
Evi Pujiyanti et al
Editore
Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro
Anno di pubblicazione
2014
ISSN
2337-375X
ISSN
2337-375X
Lingua
Inglés

Soggetti

Esplora risorse correlate a partire da questi soggetti.

Copiato