Torna ai risultati
Scheda bibliografica · Consultazione e accesso
Artículo

MEMAHAMI SUBJECTIVE WELL-BEING PESAPON KOTA SEMARANG

Ika Prishandana et al · Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro · 2014

Testo completo ad accesso aperto
Lettura rapida. Controlla i dati essenziali della risorsa e accedi al contenuto con il pulsante principale. La scheda mostra solo le informazioni necessarie per identificare, citare e aprire l’opera.

Accesso alla risorsa

Apri il contenuto dall’opzione principale o scegli un’altra fonte disponibile.

DOAJ DOAJ Articles
Entrar por DOAJ
Accesso principale

Testo completo ad accesso aperto

Texto completo identificado como acceso abierto.
Apri testo

Riepilogo

Descripción general del contenido del recurso.

Pertumbuhan penduduk yang pesat menimbulkan peningkatan jumlah berbagai jenis sampah. Kehadiran para penyapu jalanan yang kemudian disebut Pesapon sangat dibutuhkan, mereka sebagai salah satu elemen penting dalam usaha menjaga kebersihan dan estetika keindahan sebuah kota atau kabupaten. Walaupun demikian nasib para Pesapon kurang diperhatikan bahkan sering kali dilupakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami subjective well-being pada Pesapon Kota Semarang. Subjective well-being adalah evaluasi kognitif dan perasaan positif serta negatif, terhadap berbagai peristiwa di kehidupan subjek. Penelitian ini dilakukan karena pekerjaan sebagai Pesapon dianggap sebagai pekerjaan yang dipandang rendah oleh masyarakat dan merupakan pekerjaan tenaga kerja kasar serta memiliki sistem kerja lepas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis. Subjek penelitian yang digunakan sebanyak tiga orang yang berkerja sebagai Pesapon. Metode utama dalam pengumpulan data adalah in-depth interview, sedangkan metode pendukung yang digunakan adalah observasi, perekaman interview, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan subjective well-being dipengaruhi oleh self esteem, usia dan jenis kelamin, kepribadian, pekerjaan, penghasilan, kepercayaan, keluarga, kontak sosial, peristiwa kehidupan. Keluarga dinilai berperan cukup kuat dalam pembentuk subjective well-being subjek karena di dalam keluarga ada ikatan pernikahan yang berpengaruh untuk memperkuat bentuk subjective well-being. Dukungan sosial dari kelompok, penggunaan emotion focused coping dan problem focused coping turut mengurangi afek negatif yang berpengaruh pada pembentukan subjective well-being.

Come citare

Elegí el formato que necesitás y copiá la referencia al portapapeles.

APA 7

al, I. P. E. (2014). MEMAHAMI SUBJECTIVE WELL-BEING PESAPON KOTA SEMARANG. https://doi.org/10.14710/empati.2013.5379

MLA

al, Ika Prishandana et. "MEMAHAMI SUBJECTIVE WELL-BEING PESAPON KOTA SEMARANG." 2014. https://doi.org/10.14710/empati.2013.5379.

Chicago

al, Ika Prishandana et. 2014. "MEMAHAMI SUBJECTIVE WELL-BEING PESAPON KOTA SEMARANG.". https://doi.org/10.14710/empati.2013.5379.

Harvard

al, I. P. E. 2014, MEMAHAMI SUBJECTIVE WELL-BEING PESAPON KOTA SEMARANG, Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro, available at: https://doi.org/10.14710/empati.2013.5379 [Accessed 7 Aug. 2026].

Condividi e stampa

Salva la scheda, copia il link permanente o stampala in PDF.

Esporta riferimento

Esporta il record nei formati più comuni per usarlo con un gestore bibliografico.

Dettagli della risorsa

Informazioni bibliografiche utili per verificare che sia il materiale corretto.

Titolo
MEMAHAMI SUBJECTIVE WELL-BEING PESAPON KOTA SEMARANG
Autore / collaboratori
Ika Prishandana et al
Editore
Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro
Anno di pubblicazione
2014
ISSN
2337-375X
ISSN
2337-375X
Lingua
Inglés

Soggetti

Esplora risorse correlate a partire da questi soggetti.

Copiato