Back to results
Bibliographic record · Consultation and access
Artículo

MAKNA PERNIKAHAN SIRRI PADA PRIA DEWASA AWAL

Putri Hastari et al · Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro · 2015

Open-access full text
Quick overview. Review the resource’s basic details, then access the content using the main button. This page shows only the information needed to identify, cite, and open the work.

Resource access

Open the content from the main option or choose another available source.

DOAJ DOAJ Articles
Entrar por DOAJ
Main access

Open-access full text

Texto completo identificado como acceso abierto.
Open text

Summary

Descripción general del contenido del recurso.

Makna pernikahan adalah proses bagaimana individu memandang realitas pernikahan yang dilihat dan dialaminya. Dalam hal ini yaitu individu yang melakukan pernikahan sirri. Nikah sirri masih menjadi fenomena sosial yang cukup marak dalam masyarakat Indonesia. Berkembangnya fenomena nikah sirri merupakan sebuah bentuk disharmoni dalam masyarakat. Tidak hanya mengenai hukum pernikahannya tetapi juga dampak dari suatu pernikahan sirri. Sedangkan pernikahan sendiri sesungguhnya adalah sesuatu yang sangat sakral dan bersifat abadi. Harus sah baik secara agama dan hukum yang berlaku. Serta dilandasi kesadaran penuh dan kasih sayang antara suami istri. Salah satu tujuan pernikahan adalah membentuk keluarga yang bahagia dan kekal selama-lamanya. Tujuan tersebut dapat dicapai salah satunya melalui bagaimana pemaknaan terhadap pernikahan itu sendiri. Maka dari permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memahami makna pernikahan bagi pria yang melakukan pernikahan secara sirri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek penelitian adalah tiga orang pria dewasa awal yang menikah secara sirri di DIY. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara dengan pedoman umum wawancara dan observasi, serta menggunakan perekaman wawancara sebagai alat pengumpulan data. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan teknis analisis data kualitatif. Hasil penelitian ditemukan bahwa sikap denial dan pemahaman agama yang kurang menjadi dasar individu melakukan pernikahan sirri yang tidak sesuai dengan syarat sah pernikahan. Kehidupan setelah menikah sirri ternyata tidak sesuai dengan yang individu harapkan karena menimbulkan banyak masalah. Kehidupan setelah menikah sirri menimbulkan perasaan hampa dan ingin melakukan pernikahan secara resmi agar tercapai kebahagiaan dalam kehidupan pernikahan.

How to cite

Elegí el formato que necesitás y copiá la referencia al portapapeles.

APA 7

al, P. H. E. (2015). MAKNA PERNIKAHAN SIRRI PADA PRIA DEWASA AWAL. https://doi.org/10.14710/empati.2013.7424

MLA

al, Putri Hastari et. "MAKNA PERNIKAHAN SIRRI PADA PRIA DEWASA AWAL." 2015. https://doi.org/10.14710/empati.2013.7424.

Chicago

al, Putri Hastari et. 2015. "MAKNA PERNIKAHAN SIRRI PADA PRIA DEWASA AWAL.". https://doi.org/10.14710/empati.2013.7424.

Harvard

al, P. H. E. 2015, MAKNA PERNIKAHAN SIRRI PADA PRIA DEWASA AWAL, Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro, available at: https://doi.org/10.14710/empati.2013.7424 [Accessed 7 Aug. 2026].

Share and print

Save the record, copy its permanent link, or print it as a PDF.

Export reference

You can export the record in common formats for use in a reference manager.

Resource details

Bibliographic information to help confirm that this is the correct material.

Title
MAKNA PERNIKAHAN SIRRI PADA PRIA DEWASA AWAL
Author / contributors
Putri Hastari et al
Publisher
Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro
Publication year
2015
ISSN
2337-375X
ISSN
2337-375X
Language
English

Subjects

Explore related resources through these subjects.

Copied