Back to results
Bibliographic record · Consultation and access
Artículo

PENGALAMAN IBU YANG MEMILIKI ANAK TUNARUNGU

Sinta Dewi Parahita et al · Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro · 2015

Open-access full text
Quick overview. Review the resource’s basic details, then access the content using the main button. This page shows only the information needed to identify, cite, and open the work.

Resource access

Open the content from the main option or choose another available source.

DOAJ DOAJ Articles
Entrar por DOAJ
Main access

Open-access full text

Texto completo identificado como acceso abierto.
Open text

Summary

Descripción general del contenido del recurso.

Setiap ibu berharap melahirkan anak yang sempurna. Namun, sebagian anak terlahir mengalami kecacatan. Salah satu kecacatan yang dialami adalah tunarungu. Tunarungu adalah mengalami kehilangan kemampuan mendengar yang disebabkan oleh kerusakan sebagian atau seluruh alat pendengaran yang mengakibatkan hambatan perkembangan bahasa. Tujuan penelitian adalah menggambarkan dinamika pengalaman ibu yang memiliki anak tunarungu. Subjek berjumlah tiga orang dengan karakteristik adalah memiliki anak lebih dari dua, memiliki anak tunarungu berusia 6-8 tahun, anak memiliki taraf hilangnya pendengaran antara 60 dB sampai lebih dari 100 dB, dan ibu yang tidak bekerja. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan materi audio visual. Berdasarkan hasil penelitian dinamika pengalaman ibu yang memiliki anak tunarungu, yaitu dimulai dari kehamilan pada subjek #1 dan #3 sedangkan subjek #2 diawali dari kelahiran anak. Ketiga subjek melewati tahapan yang sama, yaitu anak dideteksi tunarungu. Ketunarunguan anak memunculkan beragam reaksi seperti sedih, tidak percaya, shock, perasaan ambivalen, terpukul, dan bingung. Ketunarunguan anak memunculkan masalah dalam keluarga dan masyarakat. Masalah yang muncul berdampak munculnya perasaan down, stres, sakit hati, kecewa, putus asa, rasa bersalah, rendah diri, cemas, trauma, ketidakpuasan pernikahan, dan berhenti kerja. Dampak yang muncul diatasi subjek dengan coping. Namun, subjek #3 tidak melakukan coping. Tidak hanya coping, ada juga beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain agama, hubungan suami dan istri yang baik, dukungan keluarga, dukungan sosial, dan penerimaan sosial. Coping dan faktor-faktor yang mempengaruhi menyebabkan subjek berpandangan positif mengenai anak dan muncul harapan untuk anak.

How to cite

Elegí el formato que necesitás y copiá la referencia al portapapeles.

APA 7

al, S. D. P. E. (2015). PENGALAMAN IBU YANG MEMILIKI ANAK TUNARUNGU. https://doi.org/10.14710/empati.2014.7619

MLA

al, Sinta Dewi Parahita et. "PENGALAMAN IBU YANG MEMILIKI ANAK TUNARUNGU." 2015. https://doi.org/10.14710/empati.2014.7619.

Chicago

al, Sinta Dewi Parahita et. 2015. "PENGALAMAN IBU YANG MEMILIKI ANAK TUNARUNGU.". https://doi.org/10.14710/empati.2014.7619.

Harvard

al, S. D. P. E. 2015, PENGALAMAN IBU YANG MEMILIKI ANAK TUNARUNGU, Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro, available at: https://doi.org/10.14710/empati.2014.7619 [Accessed 5 Aug. 2026].

Share and print

Save the record, copy its permanent link, or print it as a PDF.

Export reference

You can export the record in common formats for use in a reference manager.

Resource details

Bibliographic information to help confirm that this is the correct material.

Title
PENGALAMAN IBU YANG MEMILIKI ANAK TUNARUNGU
Author / contributors
Sinta Dewi Parahita et al
Publisher
Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro
Publication year
2015
ISSN
2337-375X
ISSN
2337-375X
Language
English

Subjects

Explore related resources through these subjects.

Copied